Minggu, 19 Juni 2016

Mari..!!Sedekah YUkk...!!

Kata sedekah berasal dari bahasa Arab yaitu shadaqah dimana Shadaqah itu berasal dari kata "as-Shadiq" yang berarti benar.
 Dalam artian sedekah itu merupakan ibadah yang benar di sisi Allah SWT. Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan, sedekah sebagai derma kepada orang miskin dan sebagainya (berdasarkan cinta kasih kepada sesama manusia).
Ditinjau dari segi istilah, sedekah merupakan pemberian dalam bentuk sesuatu kepada orang lain tanpa mengharap imbalan apa pun. Menurut istilah Fiqh yaitu pemberian berupa sesuatu yang berguna bagi orang lain yang memerlukan bantuan (fakir miskin) dengan tujuan beribadah (mencari pahala) kepada Allah SWT semata. secara Logika sesuatu yang di keluarkan pasti akan mengurangi, ini dalam hitungan matematika dan dalam hitungan ekonomi.
Namun, berbeda hitungan menurut keimanan kita kepada Allah. sesuatu yang kita keluarkan di jalan Allah maka pada hakikatnya menambah harta kita. pada hakikatnya sedekah merupakan ibadah yang faedahnya dapat menambah harta bahkan lebih dari yang kita sedekahkan.
Allah SWT Berfirman: "Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan baginya pahala yang banyak." (QS. Al-Hadild 57:11)
 Pinjaman kepada Allah maksudnya ialah mengeluarkan harta di jalan Allah. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 272
 : لَّيْسَ عَلَيْكَ هُدَىٰهُمْ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ ٱللَّهِ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
 "Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang di kehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan di beri pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan di aniaya (dirugikan)."


Sebaiknya rezeki yang Allah telah berikan, sebagian kita berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan atau di nafkahkan, sedekahkan di jalanNya. Pasti Allah subhanahu wa ta'ala akan memberikan pahala dengan di lipat gandakan rezeki yang telah kita belanjakan di jalan Allah tersebut.
 Janji Allah sudahlah pasti benar dan tidak mendusta, seperti tersirat dalam ayat di atas.

 Sebagai seorang yang beriman sudah menjadi kewajiban kita untuk meyakininya dengan sepenuh hati. Junjungan kita Rasullullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah mensabdakan dalam hadits : "Tiada sehari pun sekalian hamba memasuki suatu pagi, kecuali ada dua malaikat yang turun, kemudian malaikat yang satu berkata : 'Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang telah menafkahkan hartanya.' Sementara malaikat yang lain berkata : 'Ya Allah, berilah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya.' " (HR. Bukhari dan Muslim)

 Karena itu mumpung kita masih di beri rezeki oleh Allah subhanahu wa ta'ala, maka pergunakanlah rezeki itu sebaik-baiknya untuk sebagian kita sedekahkan. Jangan di tunda-tunda lagi, selagi kita sehat dan masih di beri kesempatan hidup di dunia ini. Rasullah bersabda: "Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan ... Kecuali ia bertambah… bertambah… bertambah…" (HR. at-Tirmidzi)

 Hal yang membedakan antara sedekahnya seorang mukmin dan sedekahnya orang tak beriman ialah ganjaran pahala dari Allah. Allah akan membalas sedekah siapa saja dalam bentuk nyata atau duniawi, tetapi hanya orang-orang yang beriman kepada Allah lah yang berhak mendapat ganjaran duniawi sekaligus pahala dari-Nya. Selain balasan pahala dan ganjaran dunia yang diberikan Allah, sedekah juga mempunyai banyak keutamaan lainnya, seperti dalam sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.

 Hal ini disebabkan karena selain sedekah akan mendapat kemuliaan disisi Allah, seseorang yang bersedekah akan mempererat jalinan kekeluargaan kepada sesama manusia. maka dari itu yuk mari kita terus bersedekah di jalan Allah. Jangan Takut Miskin karena sedakah, Allah yang Jamin, karena sedekah itu tidak pernah mengurangi harta dan pada hakikatnya menambah harta kita.. Barakallahu...
 Wallahu'alam Bishawab... Al-Faqir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar